Bahaya Kecanduan Judi Menyebabkan Kerusakan Otak

kecanduan judi

Tsaohio – Ilegal, enak, bikin kecanduan, dan merusak kesehatan ini bukanlah ciri-ciri kecanduan Narkoba, namun kecanduan judi online, memang yang namanya kecanduan judi itu pasti berefek tidak baik baik bagi jasmani dan juga rohani. Tidak bisa berhenti begitu sudah nyantol di dunia judi, ungkapan dari banyak orang yang sudah mengaku sebagai pecandu judi online. 

Memang tidak mudah untuk bisa lepas dari dunia ini, ibarat sudah menjadi kebutuhan pokok kita, jika tidak judi sehari rasanya seperti makan tidak meminum air. Beberapa dekade lalu dilakukan penelitian tentang perjudian, apakah judi memang betul bisa menyebabkan kecanduan atau tidak, perdebatan pada saat itu adalah para peneliti menggap kecanduan judi adalah perilaku kompulsif daripada dianggap sebagai salah satu jenis candu. Dianggap sebagai salah satu pelarian untuk mengurangi rasa cemas dan lebih condong untuk merasakan kenyamanan yang dicari di dalam dunia judi. 

Namun sekarang para peneliti sudah sepakat bahwa kecanduan judi sama seperti orang yang sudah kecanduan obat – obatan terlarang dan Narkoba, Gejalanya memiliki kesamaan seperti :

  1. Dorongan ingin melakukan hal yang sama berulang kali
  2. Merugikan diri sendiri
  3. Pecandu bahkan menyadari bahwa Judi adalah hal yang tidak baik
  4. Gelisah saat tidak melakukan kegiatan judi
  5. Meningkatnya emosi saat tidak berjudi

Gejala ini adalah gejala yang sama seperti yang ditemukan di dalam orang yang kecanduan obat terlarang dan zat adiktif. 

Produksi Dopamine yang Berlebihan

kecanduan judi

Bagian tengah otak ada bagian yang disebut sebagai Cranium, di dalamnya ada rangkaian sirkuit yang diberi nama System Reward, yang menghubungkan bagian otak satu dengan lainnya seperti memori, gerakan motorik, motivasi, serta rasa kenyamanan. Saat kita memenuhi salah satu kebutuhan dalam hidup, contohnya meminum maka hal ini akan memicu Neuron pada System Reward menghasilkan Dopamine yang mendorong adanya rasa puas dan memberikan rasa nikmat pada saat kita melakukan kegiatan meminum. 

Hal ini dapat disabotase, dengan cara memasukan zat Amphetamine, Narkoba kedalam tubuh yang merangsang System Reward itu memproduksi 10 x lipat dari jumlah wajar. Hal ini  disebabkan karena sel saraf pada otak melakukan produksi paksa zat Dopamine.

Dengan penggunaan yang berkelanjutan, maka System Reward yang memberikan kita rasa senang dan puas secara alami semakin melemah. Akibatnya hal ini jika dilakukan secara berkala akan menyebabkan Zat adiktif merendam otak dengan Dopamine, dan efek selanjutnya adalah otak beradaptasi dengan cara menghasilkan sedikit respon terhadap Dopamine atau sering dikatakan sebagai efek bertambahnya dosis untuk Dopamine agar bisa terdeteksi. Akibatnya semakin meningkat dosis yang dibutuhkan oleh otak tersebut untuk memberikan sensasi “Fly atau “High”, pada kasus yang cukup parah tubuh pecandu akan merasakan sakit secara fisik, seperti Insomnia dan Tremor. Pada saat ini saraf penghubung System Reward ke bagian otak lain atau yang disebut Prefrontal Korteks semakin melemah. Prefrontal Korteks ini memiliki fungsi sebagai penjinak dorongan, dan semakin banyak dan sering obat sering dikonsumsi, maka akan semakin sulit si pecandu untuk menghentikan kecanduannya. 

Hal yang sama akan dialami di otak para pecandu judi khususnya judi online, pada tahun 2005 hasil penelitian di Jerman menyatakan bahwa pecandu judi akan kehilangan rasa pekanya terhadap kondisi “High” ketika menang, walaupun aktivitas rangsangan yang diakibatkan lebih rendah dibandingkan dengan para pecandu obat terlarang, justru hal ini malah semakin memperburuk karena akan semakin sering pecandu judi melakukan kegiatan judi untuk memperoleh kondisi “High” yang diincar. 

Penyebab Penyakit Parkinson

bahaya judi online

Kecanduan terhadap judi masih bisa disembuhkan dengan terapi, namun indikasi bahwa 2 – 7% para pasien Parkinson adalah penjudi. Meskipun tergolong kecil, namun ini adalah salah satu faktor pendukung untuk mendapatkan penyakit yang sama seperti para pecandu Narkoba. 

Sel saraf pada otak yang menghasilkan Dopamine lama kelamaan akan mati dan berdampak pada kaku dan juga Tremor, namun hal ini bisa dicegah dengan cara menghentikan aktivitas kecanduan judi dengan cara konsumsi obat. Terapi juga bisa membantu keberhasilan penyembuhan, dengan metode “Cognitive Behavior Therapy” dimana di dalamnya para pecandu akan dilatih untuk mencegah pikiran dan kebiasaan yang bisa memicu pada kegiatan yang tidak diinginkan. 

Pada faktanya hanya 20% dari pecandu judi yang memiliki keinginan untuk sembuh, dan hanya ¼ pasien yang benar-benar berhasil sembuh, dan sisanya kembali melakukan aktivitas judi.

Add a Comment

Your email address will not be published.